Siap Bahasa.

Panduan Tes Bahasa untuk Kerja & Kuliah di Luar Negeri

IELTS, TOEFL, Goethe, JLPT, atau TOPIK? Panduan ini membantu kamu memilih tes yang tepat untuk tujuanmu — kerja, kuliah, atau migrasi — plus cara mempersiapkannya dengan efektif.

Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2026

1. Ringkasan cepat

Setiap negara dan tujuan punya persyaratan berbeda. Tabel ini memberi gambaran umum — klik untuk panduan lengkap tiap tujuan.

TujuanTes yang umum dipakaiLevel yang biasanya diminta*Panduan lengkap
Kerja / visa AustraliaIELTS, PTE, TOEFL iBT, OETBeda per visa dan profesiPanduan Australia
Ausbildung JermanGoethe, telc, TestDaF/ÖSDUmumnya B1, kadang B2Panduan Ausbildung
Kerja JepangJLPT, JFT-BasicUmumnya N4 / N3 tergantung jalurPanduan kerja Jepang
Kerja KoreaEPS-TOPIK, TOPIKTergantung visaPanduan Korea
Kuliah luar negeriIELTS Academic, TOEFL iBTTergantung kampus dan jurusanPanduan kuliah

*Selalu cek persyaratan resmi karena bisa berubah. Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2026.

2. Cara memilih tes yang tepat

Jangan asal pilih tes populer. Ikuti alur ini:

  1. 1
    Tentukan tujuanmu. Kerja? Kuliah? Migrasi permanen? Ikut pasangan? Tiap tujuan punya pintu masuk berbeda.
  2. 2
    Tentukan negara dan program spesifik. "Australia" saja tidak cukup — visa skilled worker, student visa, dan partner visa punya syarat berbeda.
  3. 3
    Identifikasi profesi atau program. Perawat, insinyur, koki, atau mahasiswa S2 — tiap profesi bisa punya badan registrasi profesi dengan syarat bahasa sendiri.
  4. 4
    Cek tes yang diterima. Buka situs resmi imigrasi, universitas, atau badan profesinya. Jangan percaya kata "katanya".
  5. 5
    Cek skor/level yang diperlukan. Catat skor minimum tiap skill (tidak hanya total), masa berlaku skor, dan berapa kali boleh mengulang.

Lima jenis persyaratan yang berbeda

Ini bagian yang paling sering membingungkan. Dalam satu negara yang sama, syarat bahasa bisa berbeda tergantung siapa yang meminta:

  • Imigrasi: syarat visa dari pemerintah. Contoh: visa skilled Australia meminta bukti kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimum tertentu.
  • Registrasi profesi: badan profesi (misalnya dewan keperawatan) bisa meminta skor lebih tinggi dari syarat visa. Lolos visa belum tentu lolos registrasi profesi.
  • Pemberi kerja: perusahaan bisa menetapkan standar sendiri, misalnya B2 untuk posisi yang banyak berinteraksi dengan klien.
  • Universitas: tiap kampus dan jurusan menentukan skor minimum sendiri. Jurusan hukum atau pendidikan biasanya meminta lebih tinggi dari jurusan teknik.
  • Program spesifik: program seperti Ausbildung atau SSW Jepang punya persyaratan bahasa yang melekat pada programnya.

3. Tes bahasa untuk Australia

Australia menerima beberapa tes bahasa Inggris untuk keperluan visa: IELTS (termasuk IELTS One Skill Retake di beberapa kasus), PTE Academic, TOEFL iBT, OET, dan Cambridge C1 Advanced. Namun tidak semua visa menerima semua tes — selalu cek daftar tes yang diterima untuk subclass visa yang kamu tuju di situs Department of Home Affairs.

Skor yang diminta berbeda per visa. Visa skilled (subclass 189/190/491) menggunakan sistem poin di mana skor bahasa Inggris yang lebih tinggi memberi poin lebih banyak. Visa pelajar (subclass 500) umumnya mengikuti syarat dari institusi pendidikan yang menerbitkan CoE.

Untuk profesi kesehatan, OET (Occupational English Test) dirancang khusus dengan skenario klinis dan diterima oleh banyak badan registrasi profesi kesehatan Australia. Namun untuk visa-nya sendiri, kamu tetap perlu cek apakah OET termasuk tes yang diterima untuk subclass visamu.

Yang perlu diverifikasi: daftar tes yang diterima per subclass visa (bisa berubah), skor minimum per skill, masa berlaku hasil tes (umumnya 3 tahun untuk visa Australia, tapi konfirmasi terbaru), dan syarat tambahan dari badan registrasi profesimu.

Baca panduan lengkap tes bahasa untuk Australia

4. Tes bahasa untuk Ausbildung di Jerman

Ausbildung adalah program pelatihan vokasi Jerman yang menggabungkan kerja praktik di perusahaan dan sekolah teori. Sebagian besar program meminta kemampuan bahasa Jerman minimal B1, dibuktikan dengan sertifikat dari Goethe-Institut, telc, atau penyelenggara lain yang diakui.

Beberapa bidang — terutama keperawatan (Pflege) — atau perusahaan tertentu meminta B2. Ini bukan aturan hukum yang seragam, melainkan kombinasi dari persyaratan visa, ekspektasi perusahaan, dan kebutuhan praktis (kamu akan bekerja dan belajar dalam bahasa Jerman).

Goethe dan telc adalah dua penyelenggara tes yang paling umum. Keduanya menguji empat skill (Hören, Lesen, Schreiben, Sprechen) sesuai level CEFR. Pilih yang jadwal ujiannya paling mudah dijangkau dari kotamu. Info resmi: goethe.de.

Yang perlu diverifikasi: level yang diminta perusahaan spesifik yang menawarkan posisi Ausbildung, persyaratan visa dari Kedutaan Besar Jerman, dan apakah sertifikatmu masih berlaku saat pengajuan visa.

Baca panduan lengkap bahasa Jerman untuk Ausbildung

5. Tes bahasa untuk kerja di Jepang

Dua tes utama untuk kerja di Jepang: JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dan JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese). Keduanya mengukur kemampuan bahasa Jepang, tapi dengan format dan pengakuan berbeda.

JLPT memiliki 5 level (N5 terendah, N1 tertinggi), diadakan dua kali setahun di banyak negara termasuk Indonesia. JFT-Basic setara sekitar A2 CEFR, berbasis komputer, dan dirancang khusus sebagai syarat bahasa untuk status Specified Skilled Worker (SSW).

Untuk jalur SSW, JFT-Basic atau JLPT N4 umumnya memenuhi syarat bahasa. Info resmi: jlpt.jp dan JFT-Basic. Untuk jalur Engineer/Specialist in Humanities/International Services, tidak selalu ada syarat sertifikat formal, tetapi kemampuan komunikasi dalam bahasa Jepang sangat menentukan kelolosan seleksi kerja.

Yang perlu diverifikasi: persyaratan jalur visa spesifik yang kamu tuju, jadwal ujian JLPT di kotamu, dan apakah perusahaan targetmu meminta level tertentu.

Baca panduan lengkap JLPT dan JFT-Basic

6. Tes bahasa untuk kerja dan kuliah di Korea

Jangan tertukar: EPS-TOPIK dan TOPIKadalah dua tes berbeda untuk dua jalur berbeda.

EPS-TOPIK adalah tes bahasa Korea khusus untuk program Employment Permit System (pekerja migran sektor manufaktur, perikanan, dll). Tes ini diumumkan resmi oleh HRD Korea dan KP2MI Indonesia, dengan kuota dan jadwal yang ditetapkan pemerintah. Lolos EPS-TOPIK adalah salah satu tahap seleksi, bukan jaminan penempatan kerja.

TOPIK (Test of Proficiency in Korean) memiliki 6 level (TOPIK 1–6) dan dipakai untuk kuliah di Korea, beasiswa (misalnya GKS), dan beberapa jenis visa kerja profesional. Info resmi: EPS-TOPIK (HRD Korea) dan KP2MI. Universitas umumnya meminta TOPIK 3–4 untuk S1 dan TOPIK 4–5 untuk pascasarjana, tapi tiap kampus berbeda.

Yang perlu diverifikasi: pengumuman resmi EPS-TOPIK (jadwal, kuota, syarat) dari kanal resmi pemerintah, dan syarat TOPIK dari universitas tujuanmu.

Baca panduan lengkap kerja dan kuliah di Korea

7. Tes bahasa untuk kuliah di luar negeri

Untuk kuliah di negara berbahasa Inggris, dua tes yang paling umum adalah IELTS Academic dan TOEFL iBT. IELTS Academic menguji kemampuan bahasa Inggris untuk konteks akademik, sementara TOEFL iBT sepenuhnya berbasis komputer dengan soal-soal akademik.

Skor yang diminta sangat bervariasi: universitas dan jurusan menentukan sendiri. Sebagai gambaran umum, banyak universitas meminta IELTS 6.0–7.5 atau setara. Jurusan seperti hukum, pendidikan, dan kesehatan biasanya meminta lebih tinggi.

Beberapa universitas juga menerima PTE Academic atau Duolingo English Test, terutama sejak pandemi. Selalu cek halaman admissions resmi universitas tujuanmu — jangan mengandalkan informasi agen saja.

Yang perlu diverifikasi: skor minimum per skill (banyak kampus mensyaratkan skor minimum tiap section, bukan hanya overall), tes yang diterima, dan masa berlaku skor.

Baca panduan lengkap kuliah di luar negeri

8. Berapa lama dan berapa biaya persiapan?

Kami tidak mencantumkan angka pasti karena biaya kursus dan ujian berubah mengikuti kebijakan penyelenggara dan tiap lembaga. Berikut cara memperkirakannya:

Komponen biaya

  • Biaya kursus: bervariasi per kota, durasi, dan intensitas. Kursus persiapan tes (IELTS/TOEFL/JLPT) umumnya dihitung per level atau per paket pertemuan. Minta rincian tertulis sebelum daftar.
  • Biaya ujian resmi: cek situs resmi penyelenggara (IELTS, ETS untuk TOEFL, Goethe-Institut, JLPT). Biaya ujian resmi umumnya dalam ratusan ribu hingga jutaan rupiah per percobaan.
  • Materi dan mock test: buku, akses platform latihan, dan try-out berbayar. Banyak materi gratis berkualitas tersedia dari penyelenggara resmi.

Estimasi durasi (asumsi belajar konsisten)

Durasi sangat tergantung level awalmu. Sebagai patokan kasar dari pengalaman umum lembaga kursus:

  • • Naik satu level CEFR (misal A2→B1): umumnya 3–6 bulan kursus reguler.
  • • Persiapan tes spesifik (IELTS/JLPT N4): umumnya 2–4 bulan jika dasar sudah ada.
  • • Dari nol sampai B1 Jerman: umumnya 6–12 bulan intensif.

Ini estimasi umum, bukan janji. Hasil tiap orang berbeda. Cara paling akurat: ikuti placement test di lembaga kursus, lalu minta estimasi personal berdasarkan hasilmu.

9. Cara memilih kursus persiapan tes

  • Pengajar yang kompetensinya relevan. Untuk IELTS, cari pengajar dengan skor IELTS terbukti atau sertifikasi mengajar. Untuk JLPT, cari pengajar dengan JLPT N2/N1.
  • Try-out atau mock test. Kursus yang bagus menyediakan simulasi dengan kondisi mirip ujian asli, termasuk batasan waktu.
  • Feedback dan pengukuran progres. Ada penilaian berkala, bukan sekadar datang dan mendengarkan.
  • Jadwal dan silabus jelas. Kamu tahu apa yang dipelajari tiap pertemuan dan target tiap tahap.
  • Biaya transparan dan ketentuan refund. Semua biaya tertulis di awal, termasuk biaya tambahan jika ada.
  • Garansi realistis. Waspadai klaim "jaminan skor" tanpa syarat jelas. Garansi yang wajar misalnya gratis mengulang kelas jika skor tidak tercapai dengan syarat kehadiran penuh.

Jelajahi direktori kursus bahasa

10. Kesalahan umum

  • ✕
    Daftar tes yang salah. Misalnya ambil IELTS General padahal universitas meminta IELTS Academic, atau ambil TOPIK padahal jalurmu butuh EPS-TOPIK.
  • ✕
    Mencampuradukkan syarat imigrasi, profesi, dan kampus. Lolos syarat visa belum tentu memenuhi syarat registrasi profesi atau syarat kampus.
  • ✕
    Mengabaikan masa berlaku skor. Skor IELTS/TOEFL umumnya 2 tahun. Jangan tes terlalu awal sampai kedaluwarsa saat pengajuan.
  • ✕
    Terlewat deadline pendaftaran. Slot ujian populer (terutama JLPT dan IELTS di kota besar) bisa habis berminggu-minggu sebelumnya.
  • ✕
    Menganggap satu tes diterima di mana-mana. Selalu cek daftar tes yang diterima institusi tujuanmu.
  • ✕
    Mulai persiapan terlalu mepet. Naik satu level bahasa butuh waktu berbulan-bulan. Mulai minimal 6 bulan sebelum deadline pengajuan.

11. FAQ

Apakah skor IELTS bisa kedaluwarsa?

Ya. Sertifikat IELTS sendiri berlaku 2 tahun sejak tanggal tes (menurut IELTS/IDP/British Council). Namun untuk visa Australia, Department of Home Affairs menerima skor dari tes yang diambil dalam 3 tahun sebelum pengajuan visa — aturan ini berlaku sejak 7 Agustus 2025 (sebelumnya 2 tahun). Untuk universitas, umumnya tetap 2 tahun. Selalu cek kebijakan institusi tujuanmu karena bisa berbeda.

IELTS atau TOEFL, mana lebih mudah?

Tidak ada jawaban universal — tergantung kekuatanmu. IELTS menggunakan wawancara tatap muka untuk speaking, sementara TOEFL iBT sepenuhnya berbasis komputer. Yang terpenting: cek tes mana yang diterima oleh institusi atau otoritas imigrasi tujuanmu, lalu pilih yang formatnya paling cocok denganmu.

Apakah Ausbildung wajib B2?

Tidak selalu. Banyak program Ausbildung menerima B1, terutama dengan Goethe atau telc. Namun beberapa bidang (misalnya keperawatan) atau perusahaan tertentu meminta B2. Selalu konfirmasi ke perusahaan atau sekolah vokasi yang menawarkan posisi Ausbildung.

Apa bedanya Goethe dan telc?

Keduanya adalah penyelenggara tes bahasa Jerman yang diakui. Goethe-Institut adalah lembaga budaya Jerman, sementara telc adalah perusahaan tes bahasa Eropa. Keduanya menguji level CEFR (A1–C2) dan umumnya diterima untuk keperluan visa serta Ausbildung. Pilih yang jadwal dan lokasinya paling mudah dijangkau.

Apakah JLPT wajib untuk kerja di Jepang?

Tergantung jalur. Untuk Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou), JFT-Basic atau JLPT N4 umumnya diterima. Untuk jalur lain seperti Engineer/Specialist in Humanities, tidak selalu ada syarat JLPT formal, tapi kemampuan bahasa Jepang sangat membantu proses seleksi. Cek persyaratan jalur spesifik yang kamu tuju.

Berapa lama belajar sampai B1?

Untuk pembelajar dewasa dari nol, mencapai B1 bahasa Jerman umumnya membutuhkan 350–650 jam belajar total (estimasi umum Goethe-Institut). Dengan kursus intensif, ini bisa berarti 6–12 bulan. Hasil tiap orang berbeda tergantung intensitas, konsistensi, dan latar belakang bahasa.

Cari kursus persiapan tes di kotamu

Bandingkan kursus IELTS, TOEFL, JLPT, TOPIK, dan bahasa Jerman di 10 kota Indonesia.

Jelajahi direktori kursus

Panduan terkait

Jelajahi panduan tes bahasa